Sukseskan Program Pita Lebar Indonesia, Anggota APJATEL Selenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) II

Sukseskan Program Pita Lebar Indonesia, Anggota APJATEL Selenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) II

Jakarta – Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) yang kedua kalinya pada Kamis, 19 April 2018 di Hotel JW Marriott, Jakarta. Mengangkat tema “Meningkatkan Sinergi Antar Anggota untuk Menyukseskan Program Rencana Pita Lebar Indonesia”, Munas kali ini berisi serangkaian acara dan kegiatan bersama guna membangun kepedulian serta kekompakan para Anggota APJATEL yang menjadi peserta Munas untuk menyukseskan program pembangunan nasional di bidang komunikasi dan informatika, khususnya dalam upaya penetrasi dan pemerataan jaringan telekomunikasi pita lebar ke seluruh wilayah Indonesia.

Ketua APJATEL Lukman Adjam mengatakan bahwa dalam kegiatan ini, peserta Munas-II  APJATEL dapat menyatukan aspirasinya dan bersinergi dalam pengembangan jaringan telekomunikasi di masa yang akan datang serta menyelaraskan visi dan misi bersama.

“Munas-II APJATEL diharapkan menghasilkan kesepakatan para anggota untuk saling bekerjasama dalam pemanfaatan infrastruktur pasif jaringan telekomunikasi yang dimiliki oleh masing-masing anggota APJATEL sebagai upaya percepatan penetrasi jaringan fixed broadband bagi masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Terdapat 2 (dua) program utama APJATEL dalam menyukseskan pembangunan Rencana Pita Lebar Indonesia. Program pertama adalah dengan mendorong Pemerintah Daerah seperti BUMD atau BLUD-nya untuk menjadi penyelenggara utililtas terpadu infrastruktur pasif jaringan telekomunikasi  dalam bentuk ducting/tiang Bersama, Micro Cell Pole (MCP), dan Menara Telekomunikasi. Kepala daerah dapat melakukan proses “Penunjukkan Langsung Penugasan Pemerintah” kepada BUMD atau BLUD nya berpedoman pada PP No. 27 Tahun 2017 dan Perpres 96 Tahun 2014.

Program kedua yang tidak kalah pentingnya adalah mempersiapkan sumber daya manusia yang akan mengoperasikan sarana dan prasarana jaringan fixed broadband berbasis teknologi jaringan kabel fiber optik. APJATEL bersama Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah sepakat untuk menyiapkan 10.000 lulusan SMK Program Studi Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) untuk menjadi teknisi yang memiliki kompetensi di bidang teknologi jaringan kabel fiber optik.

Usaha pemerataan penetrasi jaringan telekomunikasi pita lebar saat ini difokuskan oleh APJATEL pada wilayah kecamatan dan desa yang ada di Pulau Jawa dan Bali. Hal ini berdasar pada hasil survey APJII di tahun 2017 yang menyatakan bahwa lebih dari separuh atau 58,08 persen pengguna internet di Indonesia berada di Pulau Jawa, dan sebesar 5,63 persen berada di Bali dan Nusa Tenggara.

“Sejumlah perusahaan anggota Apjatel telah menggunakan teknologi serat optik, antara lain PT. Moratelindo, PT. Fiberstar, dan PT. MNC Kabel Mediacom (MNC Play), PT. Sarana Integrasi Prima (Goesaroptix) dan lain-lain. Sejauh ini, MNC Play telah tersebar di beberapa kota di Pulau Jawa yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Malang, dan Surabaya. Salah satu infrastruktur yang kami miliki adalah Java Multimedia Super Highway, yaitu jaringan kabel optik di Pulau Jawa. Dengan adanya jaringan kabel ini, kami dapat memperluas daerah layanan, menjamin koneksi internet yang lebih cepat dan stabil, serta streaming IPTV yang lebih jernih berkualitas HD (High Definition). Ke depannya, kami ingin jaringan kabel ini turut membantu mempercepat pencapaian Rencana Pita Lebar Indonesia, khususnya di Pulau Jawa,” tutur Ade Tjendra, Ketua 4 Bidang Kerjasama Antar Lembaga/Institusi (Eksternal) APJATEL dan Managing Director MNC Play.

Selain MNC Play, di APJATEL juga bergabung sejumlah perusahaan yang menyediakan layanan serupa berbasis fiber optic, diantaranya Biznet, CBN, iForte dan lain-lain.

Selain pembahasan upaya percepatan pencapaian Rencana Pita Lebar Indonesia, peserta Munas juga membahas isu keamanan siber serta keamanan kelengkapan sarana dan prasarana jaringan siber.