MNC Play Dukung Terwujudnya “Bandung Tanpa Kabel”

MNC Play Dukung Terwujudnya “Bandung Tanpa Kabel”

Bandung – Menjadi Kota Pertama di Indonesia, terhitung Senin, 18 September 2017 Kota Bandung mencanangkan program ‘Bandung Tanpa Kabel’, yaitu tidak ada lagi kabel yang dipasang di ruang terbuka. Program ini ditandai dengan seremoni yang diadakan di Gedung Yayasan kebudayaan Provinsi Jawa Barat dan prosesi pemotongan kabel udara secara simbolis yang terletak di Jl. Naripan, Bandung. Sebagai salah satu penyedia jaringan fiber optic, MNC Play turut ambil bagian dalam pengukuhan ini. Acara turut dihadiri oleh para penyedia jaringan, Dirjen Diskominfo dan Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung.

“Tidak hanya di Kota Bandung, MNC Play juga secara aktif bergabung bersama penyelenggara jaringan telekomunikasi untuk bahu membahu membangun infrastruktur jaringan bawah tanah yang dapat digunakan bersama sehingga secara bertahap, tidak ada lagi kabel yang berada di ruang terbuka. Selain efisiensi, program ini tentunya akan mewujudkan Kota Bandung yang lebih rapih, Indah dan layak dikunjungi,” ucap Edwin Sukisman, Branch Head MNC Play Bandung. “MNC Play juga tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia (APJATEL) untuk mendukung program Pemerintah dalam mewujudkan Rencana Pita Lebar Indonesia (Broadband Indonesia) 2014-2019,” tambah Edwin.

Dalam sambutannya, Iskandar Zulkarnaen, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung menegaskan bahwa pembangunan tata kota demi mewujudkan Bandung Tanpa Kabel ini ditunjang oleh tujuh lapisan data. Diantaranya mulai dari data batas administratif, jaringan jalan, jaringan perairan, kontur, toponimi, tata guna lahan, sampai dengan klasifikasi bangunan.

“Terwujudnya program Bandung Tanpa Kabel bukan hanya langkah untuk menciptakan kota yang rapih dan tertata, tetapi juga mendukung nilai estetika Kota bandung sebagai destinasi wisata. Realisasi program ini akan sangat mendukung pembangunan tata ruang yang sudah memiliki modal besar berupa peta dasar terbaik se-Indonesia yang derajat ketelitiannya mencapai 1:1.000,” ujar Iskandar.