Menguji Historis Arsene

Menguji Historis Arsene

Apa yang salah dengan The Reds of London?  Dalam tiga laga perdana mereka di musim 2017/2018, gambaran kelemahan Arsenal ini adalah kembali tidak adanya leader dilapangan tengah yang membuat mereka kesulitan menggedor gawang lawan serta rentannya barisan belakang dengan sistem tiga bek sekarang ini.

Empat gol kegawang Leicester City yang membuka 380 laga Premier League musim 2017/2018 sepertinya menjanjikan bahwa lini depan Arsenal dengan rekrutan baru mereka Alexandre Lacazettte dari Olympique Marseille akan membawa perubahan bagi asa gooners dan goonerets. Tapi rasa rasanya gol cepat Shinji Okazaki dan dua gol Jamie Vardy di The Emirates itu harusnya menjadi semacam signal peringatan bahwa musim pembawa harapan palsu ala Arsene Wenger bagi pendukungnya akan terus berlangsung.

Tanpa gol di Bet 365 Stadium dan Anfield dalam dua laga berikutnya dengan gawang Petr Cech kemasukan kombinasi 5 gol merupakan gambaran yang sulit dimengerti oleh para pendukung Arsenal.  Bahkan jika bicara peluang di depan gawang lawanpun semakin kedepan semakin minim.  Arsene Weger bisa berdalih bahwa enam penyelamatan Jack Butland menyebabkan Arsenal  pulang dengan tangan hampa dari Stoke-on-Trent.  Tapi tanpa satupun shot on target  kegawang Loris Karius di Anfield dua minggu lalu adalah dosa yang sulit dimaafkan.

Pundit dan pendukung netral maupun die-hard fans of Arsenal bisa menghakimi bahwa pemilihan pemain yang salah dari The Professor.  Mengapa harus memainkan Danny Wellbeck jika dia memiliki Alexandre Lacazette. Saya agak tidak sependapat dengan penghakiman ini.  Seminggu sebelumnya ketika Wellbeck dimainkan bersama Lacazette, justru striker Inggris ini yang menciptakan dua shot on target, ketimbang Lacazette yang tidak berbuat apapun di kotak penalti Stoke City.

Intinya keseluruhan pemahaman permainan ponggawa Arsenal tengah longgar.  Dan bicara longgar diawal musim sebenarnya ini bukan kali pertama pasukannya Arsene Wenger mengalami hal ini.

Sejarah mengejar dari belakang

Tiga laga awal sepertinya kiamat bagi Arsenal.  Tapi seperti yang disebut oleh komentator Sky Sports, Martyn Tyler, sejarah Arsenal bersama Arsene Wenger terlalu besar untuk mengesampingkan mereka begitu saja.  Tidak untuk menjadi juara. Saya sependapat bahwa dengan pembelian yang hanya Alexandre Lacazette musim panas ini akan sangat suit bagi The Gunners untuk menyaingi Manchester United, Manchester City, Liverpool, Chelsea dan Tottenham Hotspur untuk menjadi juara. Tapi mengembalikan satu posisi di zona Liga Champion adalah suatu hal yang ­­­­­­­­­­­­sering dilakukan Wenger.

Usai euforia merebut 3 gelar Premier League dalam delapan musim pertamanya bersama Arsenal, Wenger memang tidak pernah berjaya lagi mencapai puncak klasemen diakhir musim kompetisi dalam 13 musim terakhir.  Tapi posisi empat besar selalu diraihnya dalam 20 dari 21 musimnya bersama Arsenal yang berarati tiket ke zona Liga champion dan kepastian uang besar dalam hal hak siar.

Musim 2011/2012 adalah musim dimana Arsenal hanya mendapatkan 1 poin dari 3 laga pertama di bulan Agustus ketika pasukannya Arsene Wenger ini ditahan imbang tanpa gol oleh Newcastle United di St. James Park dan kalah 0 -2 dari Liverpool di Anfield serta dihancurkan 2 – 8 oleh Manchester United di The Emirates.  Toh Wenger bisa membawa pasukannya bangkit dan mengakhir musim dengan berada di urutan ketiga dan bersama dengan Manchester City dan Manchester United menjadi wakil langsung Inggris di Liga Champion musim 2012/2013.

Ini mungkin statistik yang bisa membuat kita tidak bisa menafsirkan hal buruk akan langsung terjadi pada Laurent Koscielny dan kawan-kawan musim ini.  Ada enam musim lainya dimana sebuah tim yang mengalami dua kali kekalahan di bulan pertama kompetisi tetap lolos ke zona Liga Champion.  Liverpool mengalaminya dua kali di musim 1999/2000 dan 2001/2002 untuk berada di urutan keempat dan kedua pada masing masing musim.  Newcastle United bangkit dimusim 1993/1994 dan 1996/1997 untuk berada di urutan ketiga dan kedua di musim musim itu.  Tottenham Hotspur dimusim 2011/2012 juga mengalami kekalahan dua kali di tiga laga awal sebelum berakhir diurutan keempat.

Bahkan musim 1992/1993 – musim pertama Premier League – juara musim itu Manchester United mengalami tiga laga awal di bulan Agustus dengan kekalahan tandang melawan Sheffeld United dan saat menjamu Everton serta hanya bermain imbang dengan Ipswich Town.

Jadi, pendukung Arsenal tetap bisa tenang untuk terus berharap ada perkembangan permainan yang bisa disuguhkan oleh Arsene Wenger terhadap pongawa-ponggawanya.  Apalagi kinerja Arsenal dalam sejarahnya sepanjang musim sering tidak bisa diprediksi.  Tiga musim lalu sempat memimpin hingga Februari untuk tersalip dan hanya berada diurutan ketiga. Tapi lebih sering Arsene Wenger usai musim tidak terkalahkan 2003/2004 membawa Arsenal mengejar dari belakang dan selamat di zona liga Champion, seperti yang mereka lakukan dua musim lalu saat berada diurutan kedua dibawah Leicester City

 

Alexis – Mesut

Pola 3 – 4 – 2 – 1 yang ditampilkan Wenger dalam tiga laga Premier League musim ini memang tidak berjalan lancar dengan belum kembalinya permainan Alexis Sanchez dan juga Mesut Ozil.  Juga berganti gantinya lini belakang dan bahkan menghadapi sergapan trio depan The Reds, Mo Salah, Roberto Firmino dan Sadio Mane, sang profesor bisa berjudi dengan memasang Rob Holding dan Nacho Monreal mendampingi kapten Laurent Koscielny dibelakang, sedangkan dibangku cadangan ada Shkodran Mustafi yang lebih lugas dan berpengalaman.  Juga pemasangan Hector Bellerin disisi kiri lapangan tengah yang memuat pemain asli bek kanan ini terlihat kagok pada saat harus melakukan kewajiban bertahan.

Duet dua gelandang serang dibelakang Danny Wellbeck juga tidak berjalan semestinya dengan Alexis Sanchez tetap lebih fokus soal permohonan transfernya ke Manchester City.  Dengan berakhirnya tenggat transfer musim panas, Wenger harus mengutamakan fokus Alexis untuk berfungsi seperti tiga musim terakhirnya di Arsenal.  Fokus akhir akhir ini juga yang membuatnya agal bermain baik bagi klub maupun negara.  Ozil juga harus lebih fokus pada permainannya dalam beberapa musim terakhir sebagai pengumpan jitu, karena lini depan Arsenal sebenarnya punya pilihan Lacazatte, Giroud dan Wellbeck yang sama baiknya untuk menguji sejauh mana historis Arsene akan terus berlangsung.  Historis untuk selalu berada di  lima besar Premier League. Saksikan perjuangan Arsenal bersaing di Premier League melalui channel beIN Sports dengan berlangganan TV kabel MNC Play. – GAZ