KIDS JAMAN NOW

KIDS JAMAN NOW

Ada satu pertanyaan yang selalu menghantui saya jika kita bicara sepakbola.  Pertanyaan yang sering diajukan oleh ibu ibu awam si kulit bundar di sekolah anak saya atau dimanapun yang saya temui dan mereka kebetulan mengenal saya.  Pertanyaan sederhana.  Kapan seharusnya kita memasukkan anak kita kesekolah sepakbola, berbakat sepakbola ataupun tidak ?

Tidak ada jawaban yang pasti tentang hal itu.  Tergantung dari sudut padang orang tua, seberapa nafsu mereka berlomba lomba menjadikan anak mereka bintang entah sianak berbakat atau tidak, atau jika acuannya dinegara sepakbola seperti Inggris, Jerman, Italia, Brasil, Argentina dan Prancis serta Spanyol, ya tambahan faktor luck di pantau oleh para pencari bakat yang berkeliaran diseluruh akademi sepakbola yang bertebaran dinegara tersebut.

Contoh di Inggris, setiap klub sepakbola pasti memiliki akademi, tempat mereka ditempa untuk nantinya jadi andalan klub atau sekedar dijual untuk menambah kocek klub.  Manchester United pernah mengeluarkan pasukan terbaik mereka lulusan akademi sendiri ketika Ryan Gigs dkk mempesona Inggris dan Eropa, tapi mereka juga menelorkan Ryan Shawcross yang hingga sekarang masih menjadi andalan pertahanan Stoke City sejak dipermanenkan pembeliannya bulan Januari tahun 2008 dengan rekor transfer klub waktu itu, 2 juta poundsterling, karena keberhasilan Shawcross membawa Stoke lolos ke premier league selama enam bulan dipinjam dari Manchester United.

Keberhasilan Shawcross adalah satu dari banyak cerita sukses anak anak akademi yang berubah menjadi bintang.  Melongok pada akademi St Mary milik Southampton, banyak bintang yang didik di akademi ini yang masih melanglang buana sekarang di klub klub Eropa.  Salah satunya adalah Gareth Bale, bintang Real Madrid ketka merebut 3 trophy Liga Champion mereka.  Juga Theo Walcott, Adam Lallana dan Alex Oxlade-Chamberlain.

Satu hal yang menguntungkan adalah harga mereka yang masih murah dari sisi gaji untuk dimainkan di klub sendiri atau jika dibeli dari akademi sepakbola yang bersangkutan.  Musim ini banyak sekali bintang bintang muda yang merupakan keluaran akademi sepakbola di Inggris, semua berusaha untuk menjelma menjadi Harry Kane baru, yang merupakan produk sekolah sepakbola Arsenal diusia 8 tahun yang dilepas oleh Arsenal setahun kemudian – yang mereka sesali hingga sekarang – untuk kemudian bergabung dengan akademi sepakbola Tottenham Hotspur diusia 11 tahun dan sekarang merupakan icon The Lillywhites serta top scorer Premier League dalam dua musim terakhir.

NEWCASTLE UNITED

            Musim inipun spot on pada pemain muda sangat mudah terihat.  Banyak klub yang mungkin untuk mengetatkan pengeluaran, memilih para pemain muda, terutama klub medioker yang nantinya akan menghuni papan  tengah.  Apalagi jika klub terebut punya boss yang terkenal pelit seperti Mike Ashley.  Disatu sisi kebijaksanaan Ashley pasti akan menjengkelkan bagi Rafel Benitez, manajer The Toon Army ini terbiasa dengan pengeluaran besar untuk bersaing di premier league tapi sekarang paraktis harus mengandalkan sejumlah pemain muda.  Tapi disatu sisi akan menguntujngkan klub nantinya.  Bahkan Newcastle United adalah kiub dengan usia rata rata pemain termuda dari seluruh 20 klub premier league.

Sang kapten, Jamaal Lascelles berusia 23 tahun adalah kapten termuda di premier league musim ini.  Centre back kelahiran Derby, Derbyshire ini adalah keluaran akademi Nottingham Forest yang hebatnya pernah menolak pinangan Arsenal sebesar 5 juta pounsterling saat berusia 18 tahun tahun 2011 lalu.  Bermain untuk Nottingham Forest selama 3 musim dengan pengalaman dipinjamkan ke Stevanage, pemain yang pernah memperkuat Inggris U18 sampai U21 ini dijual ke Newcastle United dengan opsi dipinjamkan ke Nottingham Forest musim 2014/15.  Lascelles permanen menjadi milik The Magpies sejak musim 2015/16 dan menjadi kapten setahun kemudian menggantikan Fabrizio Coloccini yang mengundurkan diri.  Kemampuan Lascelles untuk mengkritik dikamar ganti kepada para pemain senior menjadi salah satu pertimbangan Benitez menunjuknya sebagai kapten dan bukan Jonjo Shelvey yang lebih senior.

Selain Lascelles banyak kids jaman now lainnya di tubuh The Magpies seperti  Isaac Hayden keluaran akademi Arsenal, Mikel Merino lulusan akademi CD Amigo di Spanyol yang baru dipermanenkan dari Borussia Dortmund, Rolando Aarons yang sempat disebut akan jadi fenomena premier league tiga musim lalu, Ayoze Perez yang keluaran sekolah sepakbola Tenerife di Spanyol, serta Aleksandar Mitrovic keluaran akademi Partizan Belgrade yang pernah disebut sebagai salah satu dari 10 talenta U-19 di Eropa.

Mungkin terlihat tidak terlalu mumpuni para pemain muda ini dengan Newcastle United juga ada dipapan tengah, dan dengan posisi klasemen terburuk diantara tiga tim promosi, tapi biasanya kesabaran menggunakan pemain muda akan berbuah hasil nantinya.  Seperti yang dilakukan Jose Mourinho terhadap kids jaman now miliknya di Old Trafford.

RASHFORD ATAU MARTIAL

Dengan Manchester United ada diposisi kedua hingga minggu ke 11 premier league, sama poin dengan Tottenham Hotspur dan berbeda 8 poin dengan rival sekota mereka Manchester City dan tambahan dua kekalahan dalam tiga laga premier league terakhir, tentunya tekanan ada pada Mourinho.  Mulai dari pundit berpengalaman, fans yang sering kehilangan akal karena frustasi dengan nasib tim kesayangan mereka, hingga netizen yang kadang sok tau disosial media selalu mengkritik keputusan Mourinho terhadap kekuatan di posisi attacking midfielder sebelah kiri the Red Devils.

Apakah Marcus Rashford yang dipasang sejak awal untuk nantinya digantikan oleh Anthony Martial atau sebaliknya.  Hingga week 11 terbukti Rashford lebih ampuh dipasanga sebagai starting dengan Martial memberi kejutan ketika dimasukkan dipertengahan babak kedua.  Terbukti memang Martial menciptakan empat gol premier leaguenya sejauh ini sebagai pemain cadangan.  Saat dimainkan sejak awal ketika melawan Huddersfield, pemain yang dibeli dari AS Monaco dijamannya Louis van Gaal ini terbukti tidak sempurna dan hanya berlari lari disisi kiri lapangan.  Sebaliknya Rashford menciptakan 2 gol pertamanya di premier league ketika tampil sejak awal, tapi juga mampu memberikan suntikan yang memadai ketika menciptakan gol kegawang Huddersfield Town sebagai pemain pengganti.

Terlepas apapun kritik terhadap Mou, disatu sisi Mou punya dua pemain muda yang bisa memberikan warna di dua sisi permainan sayap United jika suatu saat simulut besar ini memutuskan untuk memainkan keduanya bersamaan.  Martial yang merupakan produk akademi Les Ullis ini memulai karier profesionalnya bersama Lyon sebelum direkrut oleh AS Monaco sebesar 6 juta poundsterling tahun 2013.  Setelah meraih Golden Boy Award untuk U21 di Eropa, namanya langsung jadi target scout talent-nya Louis van Gaal di Manchester United yang merekrutnya dihari terakhir transfer musim panas 2015/16 sebesar 36 juta poundsterling.  19 gol diciptakannya bagi Manchester United dalan 66 penampilan dan panggilan memperkuat timnas Les Bleus untuk EURO 2016 lalu dan kemugkinan juga Piala Dunia tahun depan di Rusia.

Yang juga kemungkian akan mendapatkan tiket ke Rusia tahun depan bersama pasukannya Gareth Southgate adalah saingan Martial di sisi kiri lapangan tengah Setan Merah musim ini.  Marcus Rashford yang merupakan keluaran akadei Manchester United tersukses sampai saat ini setelah eranya David Beckham dkk membayar kepercayaan Louis van Gaal yang memberikan debut premier league pertamanya melawan Watford 2 musim lalu.  Total sudah 13 gol dibukukannya bagi Manchester United dalam 54 penampilan serta 2 gol bagi The Three Lions lewat 15 laga.

Masih banyak young guns atau istilah sekarang kids jaman now yang meramaikan premier league dan liga liga eropa lainnya msuim ini yang bisa mencapai puncak penampilan di Rusia tahun depan atau musim musim berikutnya kedepan.  Inti dari semuanya adalah bagaimana grass roots atau sepakbola akademi digalakkan dan dijadikan sebagai batu loncatan kesuksesan sebuah klub, untuk digunakan sendiri atau dijadikan komoditas jual untuk kelangsungan klub.  Semuatentunya lewat kompetisi regular disetiap kelompok umur seperti yang diperkenalkan diliga liga besar di Eropa.

Karena pada kids jaman now inilah kita memberikan pesan kemasa masa depan yang mungkin tidak akan kita lihat nantinya. G A Z

var trackOutboundLink = function(url) { gtag('event', 'click', { 'event_category': 'outbound', 'event_label': url, 'transport_type': 'beacon', 'event_callback': function () {document.location = url;} }); }