Dimanja Matic

Dimanja Matic

Apa yang menonjol dalam dua minggu pertama Premier League musim 2017/2018 ? Walaupun ada faktor kejutan pendatang baru dari championship yang baru pertama kali tampil diajang Premier League, dua kemenangan Huddersfield Town tanpa kemasukan gol bukanlah faktor yang patut diceritakan secara berlebihan dalam 2 Match Day pertama musim ini. Tom Ince dan lainnya memang mengejutkan tapi lewat permainan bertahan yang cenderung tanpa drama dan membosankan.

Adalah fenomena attacking football dari seorang yang selalu disebut sebut sebagai pakar Parking The Bus Jose Mourinho-lah yang sangat kental dalam laga laga Manchester United menjamu West Ham United dan tandang ke Liberty Stadium menghadapi Swansea City.  Bukan dua kemenangan dengan masing masing empat gol itu yang luar biasa.  Tapi bagaimana cara The Red Devils meraih dua kemenangan ini yang patut dapat acungan dua jempol tangan plus dua ibu jari kaki.

Ini adalah musim kedua Jose Mourinho menangani Setan Merah.  Musim kedua yang jika mengacu pada historis si mulut besar ini di lima klub sebelumnya – Porto, Chelsea, Internazionale, Real Madrid dan kembali ke Chelsea – selalu menghasilkan trofi juara liga.  Lalu apakah hal yang sama akan terjadi lagi. Well, orang Inggris akan cepat membantah dengan mengatakan Let’s stop the bloody mambo jambo about Mou’s second season.  Saya juga sependapat.  Toh musim lalu, Mou juga mengawali liga bersama Manchester United dengan tiga kemenangan beruntun, sebelum kemudian terjuangkal oleh Manchester City di Old Trafford dan Watford saat tandang untuk kemudian lebih menjadi raja imbang dan hanya menempati urutan keenam musim 2016 /2017.

Tapi satu hal yang menarik dari pembelian musim panas Mourinho adalah dua sosok yang menjadi pahlawan dua kemenangan mereka.   Smart Buying istilahnya.  Okelah jika satunya bernama Romelu Lukaku yang langsung nyetel dengan tiga golnya dalam dua laga.  Transfer sebesar 75 juta poundsterling seperti pembelian yang pantas, dan jika menilik suburnya Lukaku bersama Everton musim lalu, harapan itu tentunya semakin besar di Old Trafford yang memiliki lini tengah dibelakang Lukaku seperti Paul Pogba dan juga Henrikh Mikhitaryan yang sejauh ini telah membukukan tiga assist.

Satu satunya yang harus diperbaiki oleh Lukaku adalah kinerja tandangnya yang jadi handicap musim lalu.  Luar biasa di Goodison Park tapi melempem saat jauh dari rumah. Untuk mengatasi melempemnya Lukaku saat tandang itulah kejelian Mou terlihat dalam bursa transfer musim panas ini dalam sosok yang menggambarkan teknologi sepakbola ala Mou.

 

TEKNOLOGI MATIC

Tidak bisa dikatakan sepenuhnya gagal musim lalu, karena Jose Mourinho mempersembahkan Comunity Shield, Piala Liga dan juga tiket ke Liga Champion musim ini melalui gelar juara Liga Eropa, manajer dengan gelar si parkir bus bermulut besar dengan sejuta alasan ini sadar bahwa ada yang salah dengan kinerja mesin permainannya musim lalu sehingga mencatat rekor 15 kali bermain imbang dengan 10 diantaranya saat menjamu lawan, walupun sempat tidak terkalahkan dalam 25 laga antara Oktober hingga April.

Tidak adanya pengatur permainan, sosok yang berdiri didepan dua centre back dan jadi orang pertama mencegah aliran bola ke pertahanan sekaligus jadi orang pertama yang mengawali serangan itu yang tidak ada di kubu Old Trafford musim lalu.  Paul Pogba sempat dicoba diawal musim, tapi jelas mantan gelandang Juventus ini lebih kental dalam menyerang ketimbang bertahan.  Ander Herrera juga kerap  kaku kala harus menghadapi serangan lawan. Juga wakil kapten Michael Carrick yang kelihatan uzur dengan panjangnya kompetisi satu musim.

Ibarat teknologi mesin mobil, Paul Pogba lebih cocok untuk berpacu, sedangkan Herrera dan Carrick cenderung mobil dengan teknologi manual dan ketinggalan jaman serta tidak nyaman jika menghadapi situasi jalanan macet.  Sosok itulah yang ada pada diri mantan anak suhan Mou ketika masih menangani Chelsea.  Tak pelak Nemanja Matic adalah senjata utama Jose Mourinho, ketika pemain yang dibeli dari Benfica di bulan Februari 2014 seharga bandrol 21 juta poundsterling ini, membantu Mou merebut gelar Premier League musim 2014 /2015 bagi Chelsea, musim kedua Mou menangani Chelsea.

Dengan menilai kinerja Matic selama musim 2016 /2017 ketika bahu membahu bersama Ngolo Kante menggalang lini tengah Chelsea asuhan Antonio Conte, menjadi dasar pemilihan Jose untuk teknologi Matic yang akan dikedepankan Manchester United musim ini.  Dan terbukti dalam dua laga awal premier league, Manchester United sangat dimanja oleh teknologi Matic ini.  Lihat gol pertama United musim ini kegawang West Ham United.  Bagaimana leluasanya Marcus Rashford memberikan umpan terobosan pada Romelu Lukaku, karena Angelo Ogbonna dan Winston Reid terpaku pada gerakan Nemanja Matic yang bergerak ke sisi kanan pertahanan dan membuat celah didepan gawang Joe Hart.

Juga kinerja gelandang asal Serbia ini dengan 88,3 % umpan sempurna dalam dua laga dimana 65 % diantaranya mengawali serangan United setelah dia melakukan total 23 intercept terhadap serangan awal West Ham United dan Swansea City.  Gambarannya adalah dalam starting line-up di dua laga sepertinya Manchester United memakai pola dua gelandang bertahan dalam diri Paul Pogba dan Nemanja Matic, tapi kinerja teknologi Matic menggalang awal pertahanan dan memulai awal serangan itulah yang menyebabkan United bermain sangat ofensif, seperti hanya dengan satu DM (Defensive Midfielder) dalam pola 4-1-3-1-1 dengan pembuktian empat gol dalam dua laga. Satu DM inilah peran Nemanja Matic yang sangat memanjakan United dengan haya maticnya.

Memang dalam dua laga, Henrikh Mikhitaryan dan Paul Pogbalah yang menjadi Man Of The Match, karena assist dan gol mereka, tapi kembali ibarat mesin mobil, pahlawan tanpa tanda jasa yang memberi kenyamanan saat jalanan macet adalah Nemanja Matic.  Sejauh mana teknologi Matic ini akan bekerja, kita bisa melihat dalam laga laga United berikutnya, terutama laga terakhir sebelum International Break minggu ini kala United kembali menjamu lawannya, Leicester City yang akan disiarkan oleh beINSPORTS (ch. 305) di TV kabel MNC Play, Sabtu ini mulai pukul 23:30 WIB.  Bersiaplah menyaksikan apakah Matic kembali akan memanjakan United atau jalan terjal mendaki akan dialami oleh United yang membuat mereka harus kembali pada pedal manual dalam diri Ander Herrera atau bahkan kapten utama mereka musim ini, Michael Carrick. Setiap teknologi pasti ada kendalanya, dan Mou, seperti seorang montir yang canggih adalah sosok yang tepat untuk mengatasi kendala itu. – GAZ

var trackOutboundLink = function(url) { gtag('event', 'click', { 'event_category': 'outbound', 'event_label': url, 'transport_type': 'beacon', 'event_callback': function () {document.location = url;} }); }