DICARI: WING BACK YANG DOYAN CETAK GOL

DICARI: WING BACK YANG DOYAN CETAK GOL

Oleh : Doni Rahman

Liga Inggris memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan liga-liga top lainnya seperti Spanyol, Itali, maupun Perancis. Ketika liga-liga diluar Inggris masih menunjukkan dominasi 2-3 tim besar di liga kasta tertingginya, liga Inggris memiliki 6 tim besar atau yang biasa disebut “Big 6” yang salingbersaing untuk memperebutkan posisi juara, tiket langsung ke liga champions, bahkan tiket liga eropa.

Liga inggris merupakan liga yang paling kompetitif jika dibanding dengan liga-liga lainnya. Liga ini pun yang melangsungkan Boxing Day atau pertandingan yang diadakan pada pekan natal, sehingga tim harus pintar-pintar merotasi pemainnya agar tetap prima menghadapi 2 pertandingan dalam jeda waktu kurang dari seminggu. Hal ini pula yang menyebabkan tim-tim dari dataran inggris ini kurang mampu bersaing di kompetisi tertinggi antar klub di eropa, terbukti dengan tidak adanya klub yang mampu menembus babak final dalam 5 edisi liga Champions terakhir.

Namun tidak untuk Chelsea, menjadi tim terakhir asal Inggris yang mampu menembus Final liga Champions pada gelaran 2011/12 lalu. Itupun, The Blues harus bersusah payah menangani Bayern Munchen yang diatas kertas memiliki kesempatan menang lebih tinggi karena bermain di kandang sendiri. Ditambah kala itu, Chelsea tidak bisa diperkuat dengan hadirnya John Terry, yang terkena akumulasi kartu kuning.

Jika berbicara soal bek, liga inggris musim ini memiliki sesuatu yang berbeda dibandingkan gelaran-gelaran pada tahun sebelumnya. Formasi yang digunakan menjadi salah satu pembeda yang paling mencolok pada musim 2017/2018 ini. Hampir semua tim menggunakan formasi 3-5-2 atau 3-4-3, dimana tim mengandalkan 3 bek tengah dan 2 wingback. Mengapa bisa seperti ini?

Perbedaan Fullback dan Wingback

Sebelum masuk ke pertanyaan “Siapa yang mempopulerkan penggunaan wingback dalam strategi sepakbola tim-tim liga Inggris”, mari kita kupas perbedaan apabila wingback pada formasi 3-5-2 atau 3-4-3 dengan fullback yang dimiliki oleh tim dengan formasi 4-4-2 atau 4-3-3

‘Full Back’ secara harafiah berarti pemain bertahan yang mempunyai tugas utama bertahan. Fullback berposisi di sisi kanan dan sisi kiri Centre Back (biasa disebut Right Back atau Left Back) sebuah tim. Pemain-pemain dengan posisi Full Back memiliki kemampuan yang bagus dalam tackling, sprint, dan pengetahuan tentang bertahan yang tinggi. Namun, bukan tidak mungkin sesekali dalam 2×45 menit, Full Back membantu penyerangan dengan cara naik lewat pinggir lapangan dan siap menjadi target operan para pemain gelandang pengumpan.  Terlepas dari tugas sampingannya, tentunya Fullback memiliki tugas utama untuk menjaga daerah sisi zona pertahanan sebuah tim.

‘Wing Back’ memiliki tugas sebagai pemain yang berposisi di sayap lapangan, tepatnya diantara pemain bertahan dan pemain tengah, namun memiliki dua fungsi yakni bertahan dan menyerang. Wing Back pun memiliki beberapa peran spesifik lagi, seperti inverted wing back atau complete wing back. Namun, yang umum digunakan pada tim-tim di liga Inggris masa kini adalah model yang kedua, yaitu wing back yang ditempatkan di posisi yang tepat dengan kaki terkuatnya untuk memaksimalkan kemampuan umpannya.

Antonio Conte dan Pengaruhnya Terhadap Posisi Wing Back

Setelah mengetahui sedikit lebih banyak perbedaan antara Fullbck dan Wingback, kita dapat mulai membahas penggunaan wingback pada tim-tim di liga inggris. Antonio Conte menjadi pelatih yang memperkenalkan posisi wing back pada awal kedatangannya di Stamford Bridge. Setelah sebelumnya sukses menerapkan formasi 3-5-2 di Juventus pada tahun 2014 dan meraih poin 102 di liga Itali pada musim 2013/2014 (yang menjadi rekor poin tertinggi di Liga Itali hingga saat ini), Conte juga berhasil menerapkan formasi andalannya pada gelaran Euro 2016 pada Timnas Itali, puncaknya saat berhasil mengalahkan juara bertahan Spanyol dengan skor 2-0 (meski di babak perempat final harus takluk dari Jerman lewat adu penalti).

Tren positif ini terus dibawa Conte ke ranah Britania, kali ini Chelsea yang mendapatkan bagian untuk ditangani oleh pelatih berusia 48 tahun ini. Dengan memboyong N’golo Kante sebagai poros tengah dan Marcos Alonso sebagai wingback murni dari Fiorentina, Conte berhasil mengejutkan liga Inggris dengan formasi 3-4-3 nya dengan mengandalkan Diego Costa sebagai striker tunggal dan rotasi Willian-Hazard-Pedro pada posisi penyerang sayap.

Tak butuh waktu lama, kedatangan Conte langsung membawa Chelsea meraih gelar keenamnya di ajang Liga. Tidak hanya gelar, Conte juga berhasil secara tidak langsung mempengaruhi gaya bermain kesebelasan lain yang bermain di Liga Inggris. Tercatat ada 17 tim yang ‘mencontek’ strategi Conte di liga Inggris pada musim 2016/2017. Hanya 3 tim yang tetap mempertahankan untuk memakai formasi lamanya tanpa terpengaruh arus utama, yaitu Burnley, Southampton, dan West Bromwich Albion.

Pada musim 2017/2018 ini, seluruh anggota Big 6 liga Inggris menggunakan Wing Back dalam formasi utamanya. Manchester City menjadi tim yang berkeinginan kuat untuk memaksimalkan potensi Wing Back ini, puncaknya ketika mereka memboyong Benjamin Mendy, Kyle Walker, dan Danilo. Sekarang, City membuktikan pertaruhannya benar-benar berhasil. Mereka selangkah lagi menuju tangga juara Liga Inggris jika tidak ada halangan melintang. Selain City dan Chelsea, keempat anggota Big 6 lainnya juga berhasil menerapkan penggunaan Wing Back secara optimal. Hasilnya, keenam tim perwakilan Inggris di kompetisi Eropa (5 tim di Liga Champions dan 1 tim di Liga Eropa) berhasil lolos dari babak penyisihan awal masing-masing kompetisi yang mereka jalani.

Secara statistik, para wing back ini mempunyai andil besar dalam produktivitas tim yang pada dasarnya mempunyai tugas utama sebagai pemain bertahan. Buktinya, 5 dari 6 pemain bek sayap tim penghuni papan atas klasemen, mempunyai presentase diatas 12% dalam terciptanya gol tim yang mereka bela. Hal ini merumuskan bahwa hampir 1 dari 9 gol yang tercipta oleh tim-tim besar liga Inggris merupakan gol atau asis dari para wing back.

 

[table “” not found /]

*per tanggal 15 Maret 2018, data diambil dari 2 pemain wing back yang memiliki minute play paling banyak di tiap tim di squawka.com

 

Berdasarkan data statistik tersebut, dapat kita tarik kesimpulan bahwa keberadaan Wing Back pada tim, terutama pada tim-tim besar Liga Inggriscukup mempengaruhi produktivitas sebuah tim. Selain gol dan asis yang mereka ciptakan, tidak sedikit peluang tercipta dari kaki-kaki para pemain yang identik dengan kemampuan berlari cepat dan crossing yang akurat menjadi pembeda bagi pertandingan yang dijalani. Namun, tidak selalu Wing Back pada sebuah tim berkontribusi secara langsung terhadap gol yang diciptakan tim tersebut. Contohlah Liverpool, meskipun kedua bek sayap mereka (Alexander Trent-Arnold dan Andrew Robertson) hanya menyumbang 4% dari total gol Liverpool, namun pergerakan tanpa bola mereka yang membuat penyerang sayap Liverpool mampu mencetak banyak gol dan asis.

Serangan-serangan yang dibangun oleh tim pengguna wing back pun semakin bervariasi, dan Wing Back pun dituntut untuk memiliki kemampuan setara penyerang sayap, salah satunya kemampuan mencetak gol. Tentunya, kehadiran formasi Wing Back ini menambah seru tiap pertandingan di Liga Inggris. Saksikan penampilan tim-tim liga inggris kesayangan kamu dengan berlangganan MNC Play! Untuk berlangganan atau menambah paket Soccer Plus atau New Sports Plus, segera hubungi 1 500 121. M D R