Cerita Seru Amanda Zevanya, Maria Harfanti dan Mario G Klau di Sumatran Rhino Sanctuary (SRS)

Cerita Seru Amanda Zevanya, Maria Harfanti dan Mario G Klau di Sumatran Rhino Sanctuary (SRS)

Amanda Zevannya berkesempatan untuk mlihat badak Sumatera di Sumatran Rhino Sanctuary (SRS), Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Kunjungan yang dilakukan awal Agustus lalu itu dilakukan bersama dua rekannya, Maria Harfanti dan Mario G. Klau.

Amanda mengaku mendapatkan pengetahuan baru saat berkunjung ke SRS, “Kalau lihat tulisan Way Kambas, yang ada di kepala itu ya tempat pelestarian gajah, ternyata bukan hanya gajah, tapi ada pelestarian harimau, tapir, dan badak sumatera juga disini,” ujarnya. Sejak pertama kali sampai di Way Kambas, Amanda memang terlihat sangat bersemangat. Melihat langsung interaksi badak sumatera dengan para penjaga dari SRS, Amanda menceritakan keseruannya, “Seruuuuu! Seru banget! To be honest, selama ini badak tuh bukan hewan yang muncul di top of mind kalau ngomongin hewan, sama sekali terlewatkan lah. Tapi melihat langsung pemeliharaannya, dikasih makannya, dimandiinnya,  ternyata badak yang habitat sebenarnya itu di hutan punya juga lho sisi cute-nya,” cerita Amanda sambil mengingat lucunya bayi badak saat berlarian, “apalagi lihat Delilah lagi lari-lari, itu lucu banget!”

Delilah, bayi badak yang diceritakan Amanda memang baru saja lahir pada 12 Mei yang lalu, melengkapi enam badak sumatera yang lebih dulu menjadi penghuni di SRS. Menariknya, Delilah adalah nama yang diberikan langsung oleh Presiden Jokowi kepada bayi badak yang baru berusia 3 bulan tersebut.

Berbeda dengan Amanda, Kunjungan tersebut rupanya membawa pengalaman sendiri bagi Maria Harfanti, Miss Indonesia 2015. Sebagai 2nd Runner Up Miss World 2015, Maria berkeinginan untuk memperkenalkan badak ke dunia internasional.  “Selama di SRS, Way Kambas, aku terus update di instagram mengenai pentingnya melindungi badak sumatera, dan juga memperkenalkan bahwa badak sumatera berbeda dari badak lainnya di dunia,” katanya.

Dua hari di SRS, Way Kambas, Lampung, Maria juga banyak belajar tentang badak sumatera dari para ahlinya disana, “Ternyata badak itu termasuk tipe hewan yang hidup secara soliter, tidak berkelompok. Jadi sangat susah untuk mencari pasangan. Bersyukur banget di SRS sudah bisa lahir 2 anak badak, Andatu dan Delilah. Ciri khas badak sumatera yang beda dengan badak lainnya adalah mereka memiliki rambut yang cukup banyak di kulitnya, dan hanya bisa ditemukan di Indonesia,” cerita Maria yang mendapatkan pengalaman baru selama berada di SRS.

Lain lagi cerita yang datang dari Pemenang The Voice Indonesia 2016, Mario G. Klau. “Awalnya, aku salah satu orang yang enggak suka hal-hal seperti ini, tapi setelah lihat langsung bagaimana badak sumatera sangat disayang, dipedulikan, aku merasa bahwa sudah seharusnya kita melindungi hewan-hewan yang hampir punah ini,” kata Mario.

Menurut Mario, banyak hal yang dipelajarinya saat berkunjung ke tempat tersebut. “Aku siap belajar lebih banyak tentang hewan-hewan yang hampir punah seperti badak sumatera,” ungkap Mario yang juga ingin melestarikan hewan langka di kampung halamannya, komodo.

“Di kampung halamanku, Nusa Tenggara Timur, juga ada hewan langka yang mau punah, komodo. Setelah dari sini sepertinya aku akan kesana untuk melihat dan belajar juga tentang komodo.” Mempelajari hewan langka yang hampir punah, diakui Mario adalah hal baru yang ingin dipelajari selain bernyanyi saat ini.

Saat ditanya tanggapannya tentang badak sumatera yang terbilang langka, Mario ingin terjun langsung untuk melestarikannya, “Makanya tadi aku bilang mau belajar banyak, supaya aku juga bisa turut serta melestarikan badak ini,” katanya.

“Pokoknya badak sumatera ngga boleh punah!” tegas Mario. “Jangan cuma sekedar campaign teriak teriak lestarikan badak, tapi harus ada aksi nyatanya juga” sambung Amanda menutup cerita seru di Sumatran Rhino Sanctuary, Way Kambas, Lampung.

/** * Fungsi yang melacak klik pada link keluar di Analytics. * Fungsi ini menggunakan string URL valid sebagai argumen, dan menggunakan string URL tersebut * sebagai label peristiwa. Mengatur metode pengangkutan ke 'suar' memungkinkan klik dikirim * menggunakan 'navigator.sendBeacon' di browser yang mendukungnya. */ var trackOutboundLink = function(url) { gtag('event', 'click', { 'event_category': 'outbound', 'event_label': url, 'transport_type': 'beacon', 'event_callback': function () {document.location = url;} }); }