BUKTI KEUNIKAN SEPAKBOLA DI AMERIKA SERIKAT: MLS

BUKTI KEUNIKAN SEPAKBOLA DI AMERIKA SERIKAT: MLS

Dilansir dari situs resmi FIFA, sepakbola dimulai dari tanah Britania sejak tahun 1863. Kala itu, Inggris memisahkan sepakbola dari cabang ‘rugby football’ dan membentuk badan pengurusnya tersendiri. Setelah itu, Inggris pun disebut sebagai ‘Home of Football’ sehingga tidak aneh jikasupporter tim nasional Inggris mempunyai chants berjudul “Football’s Coming Home” untuk mendukung tim nasional andalannya.

Selain di Inggris, dataran timur juga mengembangkan sepakbola dengan cara yang agak sedikit berbeda. Barulah setelah Negara-Negara Eropa melakukan penjajahan ke daerah Asia untuk mencari sumber daya alam serta menyebarkan pengaruhnya lebih luas, secara tidak langsung pun sepakbola tersebar ke berbagai penjuru dunia.

Alurnya, prajurit-prajurit penjajah yang mengajarkan penduduk lokal untuk bermain sepakbola. Tujuannya adalah agar para prajurit tersebut mempunyai teman bermain karena hakikatnya sepakbola dimainkan sebelas lawan sebelas. Setelah itu, warga lokal akan mengembangkan permainan yang mereka terima sesuai dengan gaya main negara masing-masing, sesuai dengan kebudayaan tiap-tiap negara.

Kurang lebih, seperti itulah pola penyebaran sepakbola di segala penjuru dunia. Namun, sedikit berbeda dengan negara adikuasa lain yang tidak menjadikan olahraga menendang bola ini sebagai olahraga utama. Salah satunya Amerika Serikat.

Amerika Serikat terkenal sebagai negara yang mengedepankan bola basket sebagai olahraga utamanya. Namun, perkembangan zaman mengharuskan Negeri Paman Sam ini mengembangkan sepakbola yang menurut Dreamstime.com dimainkan 14% total penduduk di muka bumi, yang berarti tebanyak sedunia.

Maka muncullah sebuah pertanyaan: Bagaimana Amerika Serikat mengikuti perkembangan budaya olahraga dunia tanpa harus kehilangan ciri khas negaranya sendiri?

Jawabannya adalah Major League Soccer.

Sejarah Kelahiran Liga Sepakbola Terbesar di Amerika

Liga kasta tertinggi di Amerika Serikat dikenal dengan nama Major League Soccer atau biasa disingkat MLS. MLS hadir di Negeri Paman Sam mulai tahun 1996, sangat terlambat jika dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya seperti Inggris (1888), Perancis (1893), Italia (1898), ataupun Spanyol (1929).

MLS diprakarsai semenjak penyelenggaraan piala dunia tahun 1994 yang diselenggarakan di Amerika Serikat sendiri. Sebelumnya, cikal bakal Major League Soccer sudah dirintis sejak tahun 1993, tepatnya tanggal 17 Desember. Kala itu, butuh 3 tahun untuk mempersiapkan diri dalam menjalankan liga sepakbola profesional di negara Adikuasa ini, sampai akhirnya 10 tim berhasil terbentuk untuk menjalankan musim pertama kompetisi sepakbola tertinggi di kancah Amerika Serikat tersebut. D.C United berhasil memenangkan musim pertama tersebut.

22 tahun setelah penyelenggaraan pertamanya, MLS sekarang diikuti oleh 20 tim professional yang berasal dari Amerika Serikat maupun Kanada. Kedua puluh tim tersebut dibagi kedalam beberapa zona (serupa dengan kompetisi basket dan baseball mereka), yakni zona timur dan zona barat. 6 besar dari tiap-tiap zona berhak masuk ke babak play-off yang akan diadu kembali lewat sistem gugur, sampai menyisakan satu juara, juara MLS Cup.

Major League Soccer diadakan di bulan Maret sampai dengan bulan Desember. Hal ini menjadi pertimbangan tersendiri karena cuaca yang mendukung di kurun waktu tersebut, memungkinkan seluruh atlet mengeluarkan kemampuan terbaiknya di waktu-waktu tersebut (Di Amerika, Bulan Desember- Maret merupakan musim salju).

Dengan segala latar belakang tersebut, mungkin belum terlalu terlihat apa yang unik dari Liga ini dibanding dengan liga-liga besar di Negara maju lainnya. Sabar dulu! Setelah ini, kamu akan mengetahui lebih dalam tentang kompetisi sepakbola yang tengah naik daun dalam kurun waktu 5-10 tahun belakangan.

“Sepakbola Juga Bisa Tumbuh Berkembang di Amerika Serikat!”

Setidaknya, kalimat itulah yang mewakili suara hati rakyat Amerika pecinta sepakbola yang ingin melihat negara tercintanya maju di bidang adu tanding bola tersebut, meski dengan cara yang ‘sedikit’ unik dibanding negara-negara lainnya.

Yang tentu menjadi pembeda utama adalah sistem play-off yang mereka gunakan. Hal ini sangat tidak familiar di kompetisi-kompetisi sepakbola lain. Biasanya, sistem liga mengharuskan seluruh tim peserta liga bertemu satu sama lain, baik kandang maupun tandang. Namun sepertinya kondisi geografis Amerika Serikat yang terbagi kedalam 50 negara bagian tidak memungkinkan kebijakan umum seperti itu digunakan.

Selain itu, dalam kurun waktu 20 tahun saja, ada 10 klub berbeda yang berhasil memenangkan kompetisi MLS Cup. Beberapa diantaranya adalah LA Galaxy (5x), DC United (4x), Sporting Kansas City (2x), San Jose Earthquakes (2x), Houston Dynamo (2x), serta masing-masing sekali oleh Chicago Fire, Seattle Sounders, Columbus Crew, Colorado Rapids, Portland Timbers, dan Real Salt Lake.

Salah satu penyebab tersebarnya piala utama kompetisi tertinggi di Amerika Serikat ini adalah (keunikan lainnya) sistem draft. Artinya, pihak liga menyediakan beberapa pemain untuk dipilih oleh masing-masing tim di awal kompetisi. Setelah itu, tim dengan performa paling buruk di pagelaran terakhir berhak memilih satu pemain yang mereka inginkan.

Tambah lagi, fokus tim untuk meraih gelar juara terpecah karena beragamnya piala yang disediakan dalam satu waktu penyelenggaraan liga. Selain Piala Liga MLS Cup, terdapat dua piala domestik, yakni U.S Open Cup untuk klub dari Amerika Serikat, Canadian Championship yang diikuti oleh klub asal Kanada, kompetisi regional yang bisa diikuti tim-tim terpilih yakni CONCACAF Champions League, serta satu piala MLS Supporters Shield yang diberikan pada tim dengan poin tertinggi di fase grup.

Pada dua pagelaran terakhir yang diadakan tahun 2015 dan 2016, Portland Timbers dan Seattle Sounders masing-masing keluar sebagai juara MLS Cup 2015 dan 2016. Uniknya, kota Seattle dan Portland

Designated Player & Homegrown Player Rule

Major League Soccer mulai menjelma sebagai salah satu liga paling bergengsi di dunia bukan tanpa sebab. Salah satu penyebabnya adalah aturan Designated Player yang ditetapkan oleh penyelenggara MLS sejak tahun 2007. Intinya adalah, setiap klub di MLS memungkinkan merekrut tiga pemain dengan gaji diluar standar gaji di tim tersebut.

Imbasnya? Pemain-pemain bintang berdatangan. Dimulai dari David Beckham, Kaka, Andrea Pirlo, sampai yang masih aktif bermain sampai sekarang seperti David Villa dan Sebastian Giovinco.

Selain menguntungkan untuk pihak Liga, peraturan yang kerapkali disebut The Beckham’s Rule ini juga mempunyai sisi positif dari segi pemain. Contohnya adalah nama terakhir yang disebutkan di paragraph sebelum ini. Sebelumnya di Juventus, Gopvinco hanya mendapat sedikit menit bermain di dua musim terakhirnya bersama La Vecchia Signora.

Namun setelah berlabuh di Toronto FC, mulai dari tahun 2015 sampai sekarang, Giovinco telah mencapai 100 caps dan mencetak lebih dari 50 gol & 30 asis di segala kompetisi bersama klub asal kota Toronto tersebut!

Selain mendatangkan pemain bintang dari luar, MLS juga menjaga talenta lokal agar tetap bersinar.Homegrown Player Rule menjadi aturan yang mereka terapkan untuk ini. Pemain-pemain muda lokal memiliki slot tersendiri di tim tersebut. Ini artinya, pemain muda lokal tidak perlu takut tergeser pemain-pemain dari luar karena jatah transfer yang dibatasi. Salah satu pemain yang mentereng lewat program ini adalah pemain asal Seattle Sounders, DeAndre Yedlin.

.

Tentunya dengan berbagai keunikan dan peraturan diatas, Amerika Serikat siap mengembangkan sepakbola di negaranya. Namun tidak hanya berkembang, tapi juga tetap memberikan suguhan menarik dalam setiap pertandingan yang diadakan di Major League Soccer!

Ingin ikut menyaksikan keseruan liga kasta tertinggi di Amerika Serikat ini? Segera berlangganan MNC Play! Kamu juga akan mendapatkan koneksi internet terbaik dan televisi berlangganan dengan koleksi channel terlengkap! Untuk berlangganan atau menambah paket Soccer Plus atau New Sports Plus, segera hubungi 1 500 121. M D R