APJATEL Konsolidasikan Pengurus Hasil Munas 2018

APJATEL Konsolidasikan Pengurus Hasil Munas 2018

JAKARTA – Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia (APJATEL) Indonesia melaksanakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) 1 pada Rabu, 3 Oktober 2018,  bertempat di vOffice, Centennial Tower lantai 29, Jakarta Selatan. Mengangkat tema “Merekatkan Kebersamaan untuk Organisasi yang Lebih Solid dan Maju”, Munaslub diselenggarakan untuk melakukan pembahasan dan pengesahan kelompok kerja keanggotaan dan regulasi pemerintah mendukung infrastruktur fixed broadband, pembahasan dan pengesahan perubahan dan atau penambahan AD ART, serta konsolidasi pengurus periode 2018-2021 sepeninggal Almarhum Lukman Adjam, Ketua Umum APJATEL. Acara Munaslub 1 ini dibuka oleh Ade Tjendra selaku Wakil Ketua APJATEL, yang juga merupakan Managing Director MNC Play.

Ade Tjendra menyatakan bahwa perkembangan organisasi sejalan dengan perkembangan bisnis anggota, sehingga pelaksanaanya menjadi sangat dinamis, baik hubungan dengan regulator lisensi maupun dengan pemerintah daerah. “Seiring dengan perkembangan para anggota APJATEL, maka ada penyesuaian pada AD ART. Hal itulah yang kami diskusikan dalam Munaslub kali ini. Begitupun dengan konsolidasi pengurus, harapannya susunan pengurus APJATEL memiliki pengabdian kepada Asosiasi dan industri,” tutur Ade.

Program kerja yang utama adalah bagaimana menempatkan peran infrastruktur broadband sejajar dengan peran infrastruktur lain yang menjadi program pemerintah saat ini. Seringkali, infrastruktur broadband ini dianaktirikan, dibutuhkan tetapi tidak diberi tempat yang layak, dan kebijakan tata kelola oleh pemerintah pusat dan daerah dengan baik.

Sekretaris Jenderal APJATEL, Bambang Prastowo berharap bahwa AD ART yang telah diperbarui dan konsolidasi pengurus untuk periode 2018 sampai dengan 2021 akan lebih merekatkan dan memperkuat sinergi 36 anggota yang tergabung dalam APJATEL.

“Kami juga akan merangkul penyelenggara jaringan tetap lokal (jartaplok) dan jaringan tetap tertutup (jartup) yang berjumlah sekitar 80-an penyelenggara untuk turut bergabung dengan APJATEL. Dengan sinergi semua penyelenggara, harapannya APJATEL mampu membantu penetrasi dan pengembangan pita lebar di Indonesia,” tuturnya.